Jumat, 17 Agustus 2012

PENGOLAHAN DAUN TEMBAKAU OLEH PETANI


Anda perokok?
Sebagian besar masyarakat pasti menjawab ya. Semua tahu rokok terbuat dari daun tembakau yang dicincang dan dikeringkan. Setelah digulung (dilinting) dengan kertas khusus jadilah rokok. Ada beberapa jenis rokok :
  1. Rokok putih     : terbuat dari tembakau Virginia yang rendah nikotin
  2. Cerutu              : tembakau yang digulung dengan lembaran daun tembakau kering
  3. Rokok Kretek  : terbuat dari tembakau local diberi bumbu cengkeh, diperkenalkan oleh Nitisemito
  4. Rokok Klembak Menyan : terbuat dari tembakau local dengan bumbu kemenyan dan klembak, umumnya berukuran besar. Konsumennya orang yang sudah lanjut usia.
  5. Rokok Klobot     : Tembakau yang digulung dengan kulit jagung yang dikeringkan
  6. Rokok Tingwe    : rokok yang diracik sesuai selera konsumen masing – masing. Bumbu yang digunakan sesuai selera, biasanya cengkeh, klembak dan atau kemenyan.



Tapi tahukah anda susah payahnya petani menjadikan daun tembakau segar menjadi siap dikonsumsi.
Saya akan menguraikannya secara simpel. Jika pembaca ada yang bisa melengkapinya, mohon tulis di komentar. Pada kesempatan kali ini saya hanya menguraikannya dimulai dari memetik daun tembakau.
  1. Memetik daun tembakau
Daun yang siap dipetik adalah daun yang sudah cukup tua. Daun yang baik berukuran besar, tebal dan permukaan lengket oleh mingsri. Daun yang berkualitas baik dimulai dari nomor lima dari bawah ke atas. Daun yang berada di bawah kualiasnya kurang baik. Untuk menjamin kualitas, maka peani memetik daun tembakau secara bertahap pada setiap tanamannya, sehingga daun yang dipetik telah cukup umur. beberapa daerah lain langsung menghabiskan daun sampai ke pucuk, setelah sebelumnya membuang daun bawah.
bunga tembakau untuk diambil bibitnya
Sebelum dipetik, tanaman tidak boleh tersiram air hujan selama satu minggu. Jadi jika terkena hujan, maka pemetikan harus ditunda.
Tanaman Tembakau yang belum siap dipetik



2.   Pemeraman Daun tembakau hingga matang
Sebelum dirajang ( diiris dengan ukuran tertentu ) daun harus diperam dulu hingga matang (berubah warna dari hijau menjadi kuning ) dalam ruang khusus.

3. Menyortir Daun
Memisahkan daun berdasarkan kualitasnya ( dilihat dari warnanya kuning cerah )

4.  Merajang Daun Tembakau hingga larut malam
Daun tembakau yang telah matang dirajang dengan ukuran tertentu. Untuk daerah Temanggung-Wonosobo mengolah tembakau dengan rajangan kasar ( lebar 3 - 5 mm ). Pada tahun 90-an masih dirajang secara manual menggunakan gobed (alat rajang seberat +-3 kg yang sangat tajam). sekarang sudah menggunakan mesin rajang bertenaga listrik. Bila jumlah daun yang dirajang banyak, bisa sampai jam 1 malam, karena harus selesai malam itu juga

5.  Menggelar Rajangan Tembakau
Bersamaan proses perajangan, tembakau yang telah dirajang digelar di atas rigen ( anyaman bambu untuk menjemur tembakau berbentuk persegi panjang )

6.  Menjemur Rajangan Tembakau
Pagi - pagi benar, petani harus bersiap untuk berangkat menjemur tembakau. Jika kesiangan mereka bisa kesulitan mendapatkan kendaraan pengangkut. Mereka biasanya menyewa tanah untuk menjemur. dalam proses ini mereka harus menempuh bahaya di jalan raya. Juga menikmati terik matahari selama berjam-jam. Demikian juga saat pulang. Tembakau ini harus kering dalam sehari. Bila terjadi hujan, maka hasil jerih payah semalam terpaksa dibuang, padahal biaya pengolahan cukup besar.
Menghadapi bahaya di jalan raya

7.  Mengemas Tembakau
Sebelum dijual tembakau harus dikemas dalam keranjang khusus yang dibuat dari bambu, pelepah pisang dan potongan kayu. Harga 1 keranjang yang siap pakai saat ini mencapai 180.000 rupiah. Setiap satu keranjang tembakau kering harus ada sampelnya ( sekitar 0,5 kg). sampel ini biasa disebut moster.

8.  Menjual Ke Tengkulak
Selanjutnya tembakau yang dikemas dibawa ke tengkulak untuk dijual. Saat ini harga jual rata - rata 40000 rupiah per kilogram. Harga keranjang tidak dihitung. Bila harga lebih rendah, tentu saja napas pak tani pas - pasan. Bahkan  bila cuaca tidak mendukung, petani bisa bangkrut, seperti pada tahun 2010.
Menjual tembakau ke tengkulak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar