Senin, 07 Januari 2013

KOMPRES HANGAT ATAU DINGIN, PILIH MANA


Demam merupakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Akibat meningkatnya suhu tubuh, badan terasa tidak nyaman, kepala terasa nyeri, menggigil, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, gelisah karena semua posisi tubuh rasanya salah. gejala sangat tidak nyaman tersebut harus segera hilang dari tubuh. Caranya?! Suhu tubuh harus diturunkan.

Untuk menurunkan suhu tubuh, kita boleh mengkonsumsi obat-obat penurun panas yang dijual bebas. Banyak macamnya, ada parasetamol, ibuprofen, dan ada yang tersedia sebagai kombinasi dengan obat batuk, obat pilek, atau dengan kafein yang membuat tubuh terasa segar. Nah adakalanya demam membandel. Obat penurun panas sudah diberikan, demam hanya turun sebentar kemudian naik lagi. Sebaiknya jangan ambil resiko untuk memakan obat antipanas lebih sering dari yang dianjurkan. Biasanya, obat panas diminum selang 8 jam. Parasetamol misalnya, berefek merusak hati jika dikonsumsi berlebihan. Ibuprofen dan aspirin, dapat menyebabkan iritasi di lambung ( maag kambuh ).

Lalu bagaimana?

Salah satu pertolonganpertama untuk penderita demam atau luka memar adalah dengan mengkompres pada bagian tubuh tertentu. Kompres walaupun kurang praktis dibanding obat obatan, tetapi efek sampingnya hampir tidak ada. Ada dua jenis kompres yang biasa digunakan, yaitu kompres hangat dan dingin. Keduanya dapat mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda.

Pengaruh kompres dingin terhadap tubuh sebagai berikut :
  1. Mengecilkan pembuluh darah
  2. Mengurangi alira darah
  3. Mematikan sensasi nyeri
  4. Mengurangi rasa gatal

Pengaruh compress hangat pada tubuh :
  1. Memperbesar pembuluh darah
  2. Member tambahan nutrisi dan oksigen untuk sel tubuh
  3. Membuang sampah tubuh
  4. Meningkatkan suplai darah  ke bagian tertentu
  5. Mempercepat penyembuahan
  6. Menyejukkan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kompres hangat lebih efektif untuk mengatasi demam. Karena kompres hangat akan membantu keluarnya panas dari dalam tubuh, sehingga panas tubuh berkurang. Kompres dingin akan memicu tubuh menaikkan panas dan menghalangi pengeluaran panas dari tubuh. Terkadang inilah yang menyebabkan demam bertambah parah setelah tubuh menerima compress dingin.

Kompress hangat dapat dilakukan dengan cara merendam kain compress dalam air hangat ( tidak lebih dar 430C. Kemudian letakkan pada bagian kepala atau ketiak. Penggunaan kompres juga tidak berlawanan dengan obat penurun panas, sehingga kedua penagannan ini dapat dlakukan secara bersamaan.

Kompres dingin lebih tepat untuk mengurangi nyeri akibat benturan yang terjadi pada anggota badan. Kompres ini mampu mengontrol pendarahan dan pembengkakan. Caranya dengan memasukkan potongan es pada kantong kompres atau merendam kain pada air dingin. Kompres ini dapat langsung ditempelkan pada bagian yang nyeri untuk mengurangi rasa sakit.
Jika tidak sembuh juga, kemungkinan ada penyebab lainnya. Sebaiknya hubungi dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar