Sabtu, 08 Juni 2013

UPACARA PADA JAMAN PENDUDUKAN JEPANG

Sudah Lama rasanya tidak ngeblog. Kali ini saya akan berbagi cerita. Cerita ini saya ambil dari Majalah yang sekarang sudah tidak saya temui di pasaran, yaitu Majalah HUMOR. Karena cerita ini berlatar belakang jaman pendudukan Jepang, sebelumnya saya uraikan beberapa istilah yang berhubungan dengan cerita ini.

Pemerintah Pendudukan Jepang membentuk pasukan di Indonesia dengan bermacam - macam nama. Peta ( pembela tanah air ), Jibaku Tai ( Pasukan Berani Mati ), Kenpe Tai ( pasukan patroli ). Dalam bahasa Jepang, Tai berarti pasukan. Selain itu orang Jepang tidak bisa mengucapkan bunyi L, karena itu dijadikan bunyi R, misalnya kalau mengucapkan 'luar biasa' menjadi 'ruar biasa'. 


Nah, sekarang begini ceritanya :
Pada suatu kota terdapat markas pasukan pendudukan Jepang yang dipimpin oleh seorang komandan. Pasukannya terriri dari berbagai macam suku. Ada orang Jepang asli, ada suku Jawa, Batak, Sunda, dan sebagainya. 

Pada suatu pagi seorang komandan pasukan mengadakan apel pagi. Setelah masing - masing peleton memberikan laporan, akhirnya tibalah saatnya, sang komandan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan pesan - pesannya.

Begini pesannya :

Saudara - saudara sekarian ( maksudnya sekalian ), saat ini kita sedang menghadapi perang besar. Kita berhadapan dengan pasukan Sekutu yang akan menjajah Asia Timur Raya. Karena itu, marirah ( maksudnya marilah ) kita bera tanah air kita. Musuh kita sangat kuat. Untuk dapat mengarahkannya ( mengalahkannya ), kita berjuang keras. 

( ketika akan mengucapkan kata 'pasukan' ternyata dia lupa kata tersebut, terpaksa dia ucapkan dalam istilah jepang ). 

Sebagai anggota TAI yang baik, marirah kita seraru disipurin ( disiplin ) dan menjaga kekekompakan. kita harus seraru berratih keras. Hanya dengan berratih keras, kita bisa menjaga kemampuan tempur kita, menjaga tanah air kita. Jika karian sudah berraku demikian, maka karian benar - benar telah menjadi anggota TAI  yang baik.

Tentu saja anggota pasukannya menggerutu, bakan ada yang berbisik - bisik, Dasar orang Jepang siaran, masak sudah berlatih keras, cuma jadi anggota TAI yang baik.

Ajudannya yang mengetahui kesalahan komandannya  segera berbisik kepada komandannya, Tuan, ada yang sarah tuan. kata TAI daram bahasa orang sini berarti kotoran manusia. kata yang benar adarah pasukan.

Komandan setelah mengetahui kesalahannya segera meralat, 
Maaf saudara - saudara sekarian, kata TAI yang saya maksud tadi adalah TAI Jepang, bukan TAI Indonesia.

Anggota pasukan yang berasal dari Batak malah makin menggerutu. Dia berkata, 

Memangnya apa baiknya Tai Jepang yang suka makan ikan montah dibandingkan dengan tai kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar